Jumat, 02 Januari 2009

Ketidaksempurnaan adalah Kekuatan Hidupnya

Mendapati sang buah hati lahir tidak seperti anak lainnya munkin sama sekali tidak diharapkan oleh ibu manapun didunia. Namun Tuhan pasti memiliki skenario yg berbeda bagi setiap makhluknya. Ada banyak ibu yang mengalami hal di atas, sang ibu pasti kecewa karena ia akan dihadapkan pada realitas dimana sang anak tidak sempurna. Tidak hanya rasa malu yang akan dia terima tapi juga perhatoan dan dana ekstra yang harus ia siapkan untuk merawat si kecil kelak.
Namun Kick Andy semalam telah memberikan inspirasi lain mengenai anak-anak difabel, acara tadi malam juga telah merubah cara pandang saya setidaknya mengenai kelompok ini.
Memiliki anak yang berbeda bukan berarti akhir dari harapan hidup sang anak, namun justru ada banyak kelebihan yang juga menyertainya. Tinggal kesabaran dan kasih sayang yang menjadi kunci untuk membuka berjuta kemampuan sang buah hati.
Bayangkan bila masih berada pada masa Nazi di mana mereka menganggap kaum difabel ini sebagai kelompok yang tidak berguna dan memberatkan negara sehingga harus dimusnahkan segera...hmm... Menyeramkan betul kan? Tidak ada sisi kemanusiaan...
Tapi untung saat ini telah ada banyak orang berubah cara pandang. Walaupun sayang belum semua orang atau setidaknya keluarga yang memiliki anak difabel dapat menerima dan memberikan hak pendidikan bagi mereka. Alih mendampingi nya mendapatkan hak dasar hidupnya untuk mendapat pengetahuan, yang ada malah menyembunyikan keberadaannya dari masyarakat sekitar karena dianggap aib keluarga.
Dan pemandangan berbeda dapat saya saksikan. Di negeri tetangga terdekat kita, hampir saya tidak dapat membedakan serombongan remaja tuna netra yang sedang berjalan-jalan disebuah Mall besar secara mandiri dengan remaja lainnya.mereka sama sekali tidak terlihat sebagai kelompok yang berbeda. Sangat berbeda dengan tampilan dan pemandangan sehari-hari yang saya saksikan di KRL Jakarta dimana kelompok yang difabel ini hadir sebagai pengemis, pengamen, yang meminta belas kasian para penumpang. Perbedaan ini menurut saya adalah sebuah perbedaan bagaimana masing-masing negara memberikan pelayanan dan hak yang berbeda kepada kelompok difabeL ini. Yang saya tahu memang diskriminasi terhadap kelompok ini masing bisa kt lihat dinegeri ini. Banyak sekali persyaratan menjadi pegawai sebuah lembaga misalnya seringkali dengan jelas mencantumkan tidak ada kekurangan fisik. Ini jelas secara langsung mengeliminasi kesempatan kelompok difabel.Hal yang paling jelas mungkin kita semua bisa mengingat pada saat Gusdur bermaksud mencalonkan diri sebagai presiden berbagai penentangan muncul dimana-mana terkait kekurangannya secara fisik. Menurut saya ini adalah bukti bagaimana masyarakat kita masih diskriminatif melihat kelompok difabel. Walaupun mungkin kemampuannya bisa diperhitungkan sebagai pemimpin. Belum lagi bila dilihat dari fasilitas umum masih banyak yang tidak menyediakan fasilitas khusus bagi kelompok difabel ini.
Mungkin ini pula yang menyebabkan kelompok difabel ini harus keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara meminta belas kasian orang lain.
Tapi melalui acara kick andi pada 2 Januari 2009 ini telah membuktikan bahwa kelompok difabel ini adalah juga manusia yang lahir dengan segala kelebihannya. Butuh kesungguhan dari pemerintah untuk memperhatikan kelompok ini dengan menyediakan fasilitas dasar, menyediakan lapangan kerja, merubah sistem yang diskriminatif. Bagi masyarakat juga merubah cara pandang kita kepada kelompok difabel serta bagi para org tua untuk dapat menerima dan memberikan perhatian dan kasih syang juga membrikan pendidikan dan menggali potensi yang dimiliki sang anak agar tumbuh mandiri dan berguna bagi orang2 disekitarnya.

1 komentar:

  1. Mantab....Para pejabat sering berdalih banyak tentang alokasi dana, tetapi pada akhirnya masuk ke kantong sendiri2. Teman2 difabel tidak butuh belas kasih kita, mereka hanya perlu perlakukan yang sama sebagai sesama manusia "normal".

    BalasHapus